
Kasih Sayang dan Nasehat yang Baik
Oleh: Muhammad Imron Pengajar di Pondok Pesantren Qur'an Cahaya Toboali
KEHIDUPAN yang damai dan harmonis tidak mungkin terwujud tanpa fondasi akhlak yang kuat. Dalam Islam, fondasi tersebut dibangun melalui kasih sayang dan nasehat yang baik. Kedua nilai ini bukan sekadar ajaran normatif, melainkan pedoman yang harus dihadirkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Kasih sayang dan nasehat yang baik merupakan bagian utama dari ajaran Islam yang membentuk akhlak seorang muslim. Kedua nilai tersebut tidak hanya sebatas kajian teoretis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kasih sayang di antara manusia, hubungan akan terasa kaku dan keras. Tanpa nasehat yang baik, kebaikan sulit berkembang karena tidak ada yang saling mengingatkan. Oleh sebab itu, Islam menempatkan kasih sayang dan nasehat sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang. Dari 114 surah dalam Alquran, hampir seluruhnya diawali dengan bismillahirrahmanirrahim kecuali satu surah. Hal tersebut menunjukkan bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penegasan tersebut mengajarkan bahwa kasih sayang merupakan sifat yang agung dan utama dari Allah Swt. Sifat tersebut tercermin dalam setiap nikmat, pertolongan, dan anugerah-Nya kepada seluruh manusia.
Kasih sayang yang Allah berikan kepada hamba-Nya tidak terbatas dan tidak semata-mata karena amal kebaikan hamba tersebut. Bahkan Allah telah menyiapkan surga bagi hamba-Nya. Oleh karena itu, sebagai hamba yang beriman, sudah sepantasnya menerapkan sifat kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Meneladani kasih sayang Allah berarti berusaha bersikap lembut, peduli, pemaaf, serta penuh perhatian kepada sesama, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Allah Swt. berfirman dalam Alquran Surah Al-Anbiya ayat 107 yang bermakna bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. diutus untuk menyebarkan rahmat dan kasih sayang kepada seluruh alam. Dalam sejarah kehidupan Rasulullah saw., beliau selalu menunjukkan sikap lembut, sabar, dan penuh empati. Bahkan kepada orang kafir yang menyakitinya, Rasulullah tetap memaafkan.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa orang-orang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Penyayang dan siapa yang menyayangi makhluk di bumi akan disayangi oleh Yang di langit. Hadis riwayat Abu Daud dan At-Tirmidzi tersebut menegaskan pentingnya menumbuhkan kasih sayang dalam kehidupan.
Syaikhul Islam Burhanuddin pernah menyampaikan bahwa banyak ulama berpendapat putra seorang muallim dapat menjadi alim karena muallim tersebut selalu menginginkan murid-muridnya menjadi ulama ahli Alquran. Berkat keyakinan dan kasih sayang kepada murid-muridnya, putranya pun menjadi seorang alim. Kisah tersebut menunjukkan bahwa kasih sayang dan doa yang tulus menghadirkan keberkahan.
Selain mengajarkan kasih sayang, Islam juga menekankan pentingnya nasehat yang baik. Nasehat bukanlah bentuk celaan atau hinaan, melainkan wujud kepedulian kepada sesama muslim agar menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Allah Swt. berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 125 yang bermakna agar menyeru manusia ke jalan Tuhan dengan hikmah dan pengajaran yang baik. Ayat tersebut mengajarkan bahwa nasehat harus disampaikan dengan hikmah dan cara yang santun. Tujuan nasehat adalah memperbaiki, bukan mempermalukan.
Kasih sayang dan nasehat yang baik tidak dapat dipisahkan. Kasih sayang tanpa nasehat dapat membuat seseorang lalai karena tidak ada yang mengingatkan. Sebaliknya, nasehat tanpa kasih sayang dapat menimbulkan kebencian dan melukai hati. Rasulullah saw. menjadi teladan dalam menegur dengan lembut dan bijaksana. Beliau tidak mempermalukan orang yang berbuat salah, melainkan menasehati dengan penuh kebijaksanaan. Keteladanan tersebut patut diikuti oleh setiap muslim.
Sebagai penutup, seorang muslim hendaknya meneladani Rasulullah saw. yang memiliki sifat kasih sayang dan menyampaikan nasehat dengan cara yang baik. Dengan demikian, kehidupan yang harmonis, penuh kedamaian, dan diridai oleh Allah Swt. dapat terwujud dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat.





