PT Timah Tegaskan Satgas Bukan Ancaman di Bangka Belitung
Menurut Anggi, masyarakat tetap mendapat ruang untuk terlibat dalam penambangan yang sesuai regulasi. Ia menekankan, pola kemitraan yang telah terjalin bisa diperkuat agar kolaborasi lebih sehat dan produktif.
“Sebagaimana pola kemitraan yang telah terjalin antara PT Timah dan masyarakat, khususnya di wilayah IUP perusahaan, perbaikan tata kelola yang menjadi tujuan utama diharapkan dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih sehat dan produktif. Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur yang menekankan pentingnya memaksimalkan serta memperbaiki program kemitraan masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Anggi.
Baca Juga: PT Timah Raih Penghargaan Baznas Awards 2025
Anggi menambahkan, kehadiran Satgas seharusnya dipandang sebagai mitra untuk memperkuat transparansi, keadilan, dan keberlanjutan tata kelola pertimahan.
“Bersama ini sekali lagi perusahaan ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran Satgas bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Kedepan kita harapkan dapat memberikan dukungan terhadap aktivitas pertimahan, tidak hanya mendukung pembangunan ekonomi, tetapi juga mewujudkan penambangan berwawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Satgas bukanlah momok, melainkan mitra yang hadir untuk memastikan bahwa kekayaan alam yang kita miliki dapat dikelola secara adil dan berkelanjutan demi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegas Anggi.
Satgas Timah di Babel kini menjadi penanda bahwa tata kelola pertimahan tengah memasuki babak baru. Jika pemerintah, perusahaan, dan masyarakat bergerak bersama, maka kekayaan alam timah bisa benar-benar menjadi sumber kesejahteraan, bukan sekadar komoditas yang menyisakan masalah.
Sumber: PT Timah





