BUDAYA bukan sekadar seremonial dan upacara adat. Budaya adalah cara masyarakat memandang kehidupan, menjaga ingatan leluhur, serta merawat jati diri di tengah derasnya perubahan zaman. Ketika tradisi terus dilaksanakan, masyarakat sesungguhnya sedang mempertahankan dirinya agar tidak hilang ditelan waktu.
Di sejumlah wilayah operasional PT Timah Tbk, berbagai kegiatan budaya tetap hidup dan dijalankan. Perusahaan mengambil bagian dalam upaya pelestarian tersebut dengan memberikan dukungan terhadap agenda adat, ritual, dan aktivitas kebudayaan masyarakat. Dukungan ini tidak diposisikan sebagai seremoni belaka, melainkan sebagai bagian dari keberlanjutan ekosistem sosial di sekitar wilayah usaha.
Beragam tradisi mendapat dukungan, mulai dari festival seni, Nujuh Jerami, Perang Ketupat, Sedekah Kapong Kundi Bersatu, Ritual Rebo Pusaka, Lampu Colok di Kundur, Jering Culture Festival, Pesta Adat Ruahan Khatam Alquran, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa budaya bukan pelengkap, tetapi fondasi kehidupan masyarakat.
“Budaya adalah identitas dan kekuatan masyarakat. Melalui dukungan terhadap kegiatan kebudayaan dan kearifan lokal, perusahaan ingin menjaga warisan leluhur sekaligus mendorong generasi muda agar tetap dekat dengan tradisinya,” ujar Anggi.
Baca Juga: Pengamanan Lingkungan Kerja PT Timah Dapat Apresiasi Polres Bangka Barat
Bagi komunitas adat, dukungan tersebut bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga wujud penghargaan terhadap tradisi yang masih dijaga. Yang Dipertua Setana Jering Amantubillah, Dr. Sardi, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi PT Timah Tbk dalam mendukung Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah.





