PT Timah dan Penambang Rakyat Duduk Bersama Bahas Keadilan Harga dan Kemitraan
“Tentu kami menyambut baik ada solusi soal penjualan timah, tapi yang saat ini terjadi sangat panjang, sehingga sekalipun harga tinggi, yang kami rasakan di bawah banyak potongan. Kita perlu sistem yang sesuai aturan. Kami tidak ingin ada pungli, mohon maaf, ada oknum dari berbagai pihak yang membuat penambang menderita. Kalau PT Timah hadir bantu rakyat, kami akan dukung. Kami tetap merah putih, selama negara dan PT Timah memberi rasa adil bagi kami,” kata Rizki.
Baca Juga: Misteri 7 Ton Pasir Timah di Laut Bangka Selatan
Menanggapi hal itu, Restu tidak menampik bahwa perjalanan menuju sistem yang sehat tidak mudah. Restu menekankan pentingnya keselamatan kerja dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap aktivitas tambang rakyat. Baginya, kemitraan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kesadaran bersama menjaga bumi timah agar tetap memberi kehidupan.
Pertemuan berakhir tanpa tepuk tangan berlebihan, namun dengan wajah-wajah yang lebih tenang. Ada keyakinan baru bahwa dialog bisa menjadi jalan pulang bagi hubungan antara perusahaan dan rakyat penambang. Di tengah gejolak industri timah yang kerap memanas, langkah kecil menuju keterbukaan dan keadilan mungkin menjadi awal dari perubahan yang lebih besar bagi Negeri Serumpun Sebalai, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sumber: PT Timah





