Menjahit Harapan di Pangkalpinang
SATU per satu mereka datang. Ada yang membawa semangat, ada pula yang membawa keraguan. Tapi semua tiba dengan harapan. Di Ruang Balai Betason, 45 peserta pelatihan duduk menghadap masa depan mereka masing-masing.
Mereka terpilih dari 170 pendaftar. Bukan angka besar, tapi cukup menggambarkan betapa banyak orang di Pangkalpinang yang ingin belajar, ingin memperbaiki hidup. Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Tenaga Kerja membuka ruang itu. Bukan janji muluk, hanya pelatihan sederhana dalam lima bidang. Teknik sepeda motor, tata boga, tata rias pengantin, desain grafis, dan menjahit.
Selasa, 5 Agustus 2025. Di hari pembukaan, Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, berdiri di depan para peserta. Ia tidak banyak beretorika. Hanya menyampaikan harapan agar pelatihan ini tak berhenti pada sertifikat, tetapi jadi awal langkah baru.
“Kami berharap para peserta tidak hanya meningkatkan keterampilan, tapi juga mampu menjadi wirausahawan mandiri. Membuka lapangan kerja baru, baik secara individu maupun kelompok,” ucapnya.
Baca Juga : Menuju Nol Stunting di Pangkalpinang
Angka pengangguran terbuka di Pangkalpinang memang belum membaik. Tahun 2024 tercatat di angka 5,98 persen. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Karena itu, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Ia adalah upaya melawan ketimpangan dan membuka pintu peluang.





