“Gernas Tastaka menjadi ruang kolaborasi untuk mendukung program pemerintah, agar guru mampu menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Sururi.
Program Gernas Tastaka telah dilaksanakan sejak 2024 dan kembali berlanjut pada 2026. Ke depan, program ini direncanakan tidak hanya berlangsung di Belitung Timur, tetapi juga direplikasi di wilayah operasional PT Timah lainnya.
Department Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
“PT Timah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru. Selain pelatihan, perusahaan juga menjalankan program beasiswa serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan,” kata Anggi.
Baca Juga: DPRD dan Gubernur Babel Perjuangkan DBH Timah ke Kementerian Keuangan
Sementara itu, Kepala Bagian Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Renni Lestari, menyampaikan bahwa pelatihan Gernas Tastaka Fase 1 yang dilaksanakan pada 2024 memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi guru.
Pelatihan Fase 2 ini melanjutkan pembelajaran dari fase sebelumnya. Peserta mendalami materi pengukuran, statistika dan probabilitas, serta asesmen dalam pembelajaran matematika, yang diharapkan dapat langsung diterapkan di ruang kelas.
Peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu dimulai dari gedung atau kurikulum baru, tetapi dari guru yang terus belajar dan bertumbuh. Melalui Pelatihan Gernas Tastaka, PT Timah menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi generasi masa depan di wilayah operasionalnya.
Sumber: PT Timah





