
Kemenham Babel Kawal Ketat Seleksi PPPK, 311 Peserta Rebut 15 Formasi
LANGKAH menuju aparatur yang profesional dimulai dari proses yang bersih. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kementerian HAM memastikan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berjalan terbuka, terukur, dan bebas intervensi.
Sebanyak 311 peserta mengikuti seleksi kompetensi PPPK Kementerian HAM RI yang digelar pada 11 hingga 12 Februari 2026 di Gedung UPT BKN Pangkalpinang. Dari ratusan peserta tersebut, hanya 15 orang yang akan diterima setelah melalui tahapan seleksi berbasis sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN yang transparan dan terintegrasi.
Pelaksanaan seleksi mendapat pengawasan langsung dari Kementerian HAM RI. Kepala Kantor Wilayah HAM Babel Suherman, menegaskan seluruh proses berjalan sesuai arahan pusat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami membentuk SK tim di wilayah lengkap dengan koordinator dan jajaran tata usaha. Di pusat juga ada ketua yang diwakili direktur. Kami berkoordinasi dengan BKN, Dukcapil untuk antisipasi kendala eKTP, Dinas Kesehatan untuk dukungan medis, kepolisian dan Ombudsman untuk pengawasan,” ujar Suherman, Rabu (11/2).
Baca Juga: Kemenham Babel Dorong Perda Berperspektif HAM
Dari 311 peserta, satu orang berasal dari Belitung dan sisanya dari Pulau Bangka. Seleksi dibagi dalam empat sesi dan seluruh nilai langsung ditampilkan secara real time melalui sistem CAT BKN sehingga peserta dapat mengetahui hasilnya saat itu juga.
Direktur Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian HAM RI, Giyanto, hadir langsung dari Jakarta untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan.
“Saya ditugaskan pimpinan bersama Pak Menteri dan Bu Sekjen untuk memastikan seleksi PPPK ini berlangsung adil dan mendapatkan orang dengan kompetensi terbaik. Dengan sistem CAT BKN, seluruh proses berlangsung transparan dan masyarakat bisa memantau melalui link yang tersedia,” jelas Giyanto.
Baca Juga: Kanwil KemenHAM Babel Perkuat Literasi HAM Bersama JMSI
Sebelum pelaksanaan, tim pusat dan panitia daerah melakukan pengecekan sarana dan prasarana termasuk penyegelan ruangan dan pemeriksaan perangkat komputer.
“Kami cek satu per satu PC, ruangan disegel dan dipastikan bersih sebelum hari pelaksanaan. Tidak ada ruang untuk kecurigaan,” tegasnya.




