ORGANISASI pers tak lagi cukup hanya kuat di ruang redaksi. Tantangan zaman menuntut keberanian untuk melangkah lebih jauh. Jaringan Media Siber Indonesia Bangka Belitung (JMSI Babel) mulai membaca arah itu dengan merancang lompatan besar menuju kemandirian ekonomi organisasi.
Langkah progresif tersebut ditandai melalui diskusi strategis antara pengurus JMSI Babel dan Ketua Dewan Pengurus Daerah Pengembang Indonesia Babel, Dori Setiawan, dalam pertemuan yang berlangsung di sekretariat JMSI Babel, Kamis (18/12/2025).
Diskusi membuka perspektif baru bahwa pengembangan organisasi wartawan tidak semata soal kaderisasi dan peningkatan kompetensi jurnalistik. Ada kebutuhan lain yang tak kalah penting, bagaimana organisasi mampu memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi para anggotanya.
Ketua JMSI Babel, Supri yang akrab disapa Ucup, menegaskan organisasi yang sehat harus berani keluar dari pola lama. Menurutnya, sudah waktunya JMSI Babel mengambil peran lebih luas melalui pemberdayaan ekonomi.
“Kami ingin berpikir out of the box. JMSI Babel harus memberi manfaat nyata bagi pengurus dan anggota. Organisasi tidak boleh stagnan, tapi harus berkembang dan mandiri,” kata Ucup.
Baca Juga: PWI Babel Benahi Organisasi Jelang Konferkab
Sejumlah gagasan unit usaha mulai dimatangkan. Mulai dari sektor konstruksi melalui produksi batako, pembudidayaan ternak sapi, hingga usaha penyediaan alat tulis kantor dan jasa fotokopi. Rencana tersebut lahir dari kesepakatan internal pengurus yang melihat pentingnya sumber pendapatan alternatif bagi keberlangsungan organisasi.
“Ini bukan sekadar wacana. Kami sepakat harus ada usaha bersama yang dikelola secara serius dan profesional,” jelas Ucup.





