Nasional-InternasionalBabelhebatPemerintahan

HIPMI Babel Dorong Solusi Adil untuk Masalah Pertanahan

PERTANAHAN di Bangka Belitung sedang menghadapi dilema besar. Persoalan HPL, HP, dan HTI tidak hanya soal lahan, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada tanah untuk penghidupan.

Di banyak tempat, izin lahan dikuasai perusahaan besar. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan dan konflik dengan hak masyarakat adat maupun petani kecil. Regulasi yang ada kerap tumpang tindih, sementara kepastian hak kelola bagi masyarakat sering terabaikan.

Melihat situasi ini, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Bangka Belitung menyatakan siap mengambil peran strategis. Sekretaris Umum BPD HIPMI Babel, Widi Prasetyo Eros, mengatakan HIPMI hadir bukan untuk menolak kebijakan pertanahan, melainkan mencari titik temu.

“Pengelolaan lahan harus inklusif, memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal dan menjaga ekosistem lingkungan. HIPMI mendorong agar izin konsesi diatur dan diawasi sehingga tidak berdampak negatif pada masyarakat,” ujar Widi, Minggu (17/8/2025).

HIPMI juga menilai manfaat ekonomi dari kawasan HTI dan HP belum optimal. Banyak warga kehilangan akses pada pertanian tradisional maupun hutan sosial. Karena itu HIPMI ingin mengangkat potensi lokal lewat pendampingan UMKM, pengembangan agribisnis berkelanjutan, serta inovasi ramah lingkungan.

Menurut Widi, penyelesaian konflik pertanahan tidak cukup dengan regulasi teknis. Diperlukan integrasi aspek sosial, budaya, ekonomi, dan ekologi. HIPMI mendorong penelitian mendalam agar kebijakan yang lahir sesuai dengan karakteristik wilayah Bangka Belitung.

HIPMI juga menekankan pentingnya sinergi antara peraturan pusat dan daerah. Evaluasi rutin dan pembaruan aturan diperlukan agar kebijakan lebih adaptif dengan kondisi di lapangan.

“Dalam pandangan HIPMI, pembangunan tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat kecil dan kelestarian lingkungan. Mereka harus mendapat perlindungan hukum yang kuat. Aspirasi itu kami sampaikan dengan cara yang membangun agar stabilitas politik dan sosial tetap terjaga,” kata Widi.

Ia menutup dengan pesan optimistis. “Untuk masyarakat Bangka Belitung selalu yakin bahwa jalan keluar terbaik adalah keterlibatan semua pihak, terutama pemerintah dan masyarakat. HIPMI hadir sebagai jembatan penghubung sekaligus pelopor perubahan positif demi kesejahteraan dan keamanan sosial ekonomi di Bangka Belitung,” tegas Widi.