Nama Tamsir Muncul di Balik Selundupan Timah Sungailiat
Nama Tamsir ikut disebut pasca penangkapan 80 karung timah selundupan hasil tangkapan Lanal Babel di Kampung Nelayan 2 Sungailiat, Kabupaten Bangka. Sosok ini diduga kuat sebagai salah satu pengepul dalam jaringan timah selundupan di wilayah tersebut.
Informasi yang diperoleh jaringan media JMSI menyebutkan Tamsir memiliki latar belakang sebagai nelayan dan kini berdomisili di Kampung Nelayan 2 Sungailiat. Beberapa tahun terakhir ia meninggalkan profesi lamanya dan beralih menampung timah dari aktivitas tambang ilegal.
“Aslinya nelayan dan pengepul ikan, cuma beberapa tahun belakang main timah,” kata sumber jaringan media ini.
Baca Juga: Dalang Penyelundupan 80 Kampil Timah di Babel Masih Misterius
Dalam perannya, Tamsir disebut tidak hanya menjadi pengepul. Ia juga mengatur alur mobilisasi mulai dari pembelian, pemurnian, bongkar muat biji timah hingga keberangkatan kapal menuju Malaysia.
Baca Juga: Tim Trisula Gagalkan Penyelundupan Puluhan Karung Pasir Timah di Sungailiat
“Bisa dikatakan pengepul yang punya sokongan dana dari sejumlah bos timah Sungailiat. Dari situ dia dapat fee,” ujar sumber.
Baca Juga: Lanal Babel Gagalkan 50 Ton Timah Selundupan, Tersangkanya Hilang
Jaringan bisnis gelap ini memperlihatkan bahwa timah ilegal tidak hanya ditopang oleh penambang di lapangan, tetapi juga oleh peran penghubung yang mengatur arus barang dan dana. Nama Tamsir kini menjadi salah satu yang mendapat sorotan setelah penangkapan besar yang dilakukan aparat.




