
Ketua Komunitas Donor Darah Belinyu Keluhkan Krisis Pendonor dan Transportasi di Reses Maryam
Ketua Komunitas Donor Darah Belinyu, Aan Duoberadek, menyampaikan berbagai keluhan dan kendala yang dihadapi komunitasnya saat mengikuti kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, di Belinyu, Kabupaten Bangka, Sabtu siang (16/5/2026).
Aan mengatakan, persoalan utama yang dihadapi komunitas donor darah saat ini adalah krisis pendonor dan keterbatasan transportasi untuk mengantar pendonor menuju rumah sakit maupun PMI di Pangkalpinang dan Sungailiat.
“Kendala kita sekarang ini di kendaraan. Untuk berangkat ke rumah sakit ataupun PMI Pangkalpinang dan PMI Kabupaten Bangka, kita kesulitan transportasi,” ujar Aan usai kegiatan reses
.
Ia menjelaskan, selama ini anggota komunitas donor darah sering menggunakan biaya pribadi ataupun hasil kolekan sesama anggota untuk membantu keluarga pasien yang membutuhkan darah.
“Tidak mungkin juga kita minta biaya sama keluarga pasien, karena mereka juga sedang susah. Jadi kami biasanya pakai biaya pribadi atau kolekan kawan-kawan di grup donor darah,” katanya.
Aan juga menyampaikan apresiasi kepada Ruslina yang selama ini turut membantu komunitas donor darah, terutama dalam hal kendaraan dan dukungan lainnya.
“Terima kasih juga kepada Ibu Ruslina selaku Dewan Kabupaten Bangka yang juga pembina komunitas kami. Beliau sering membantu kendaraan atau kebutuhan lainnya. Cuma kami juga kadang malu terus-terusan meminjam bantuan,” ungkapnya.
Melalui reses tersebut, Aan berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh Maryam bersama OPD terkait, terutama terkait bantuan kendaraan operasional dan dukungan anggaran bagi komunitas donor darah.




