JMSI Babel Menempa Wartawan Bangka Agar Tidak Jadi Corong Kekuasaan
Di tengah derasnya arus informasi, wartawan tidak boleh hanya menjadi tukang catat dan tukang sebar. Wartawan dituntut menjadi penjaga kebenaran dan pengawal akal sehat publik. Tanpa kompetensi yang jelas, profesi ini mudah tergelincir menjadi alat propaganda dan corong kepentingan yang membutakan rakyat.
Sebanyak 18 wartawan di Pulau Bangka mengikuti pra uji kompetensi wartawan yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (6/9/2025). Kegiatan ini diadakan di Hotel Bangka City Pangkalpinang dan berlangsung hingga Minggu 7 September 2025.
Sekretaris JMSI Babel Wahyu Kurniawan menjelaskan, pelatihan wartawan ini untuk meningkatkan kualitas wartawan dalam menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia menegaskan pra UKW penting agar wartawan siap menghadapi proses sertifikasi dan mampu bersaing secara profesional.
Baca Juga: Rumah Pribadi Ketua DPRD Bangka Selatan Dipasang Pagar Besi
Wahyu menambahkan pra UKW tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat wawasan wartawan mengenai peran media sebagai pilar keempat demokrasi. Media dituntut menyampaikan informasi yang jernih sekaligus mengawal pembangunan dan menjaga suasana kondusif agar perekonomian daerah tetap berjalan dengan baik.
“Harapan kami pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat wawasan tentang peran media dan mampu memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan daerah,” jelas Wahyu yang juga pemilik media Suarapos.





