Bayi 11 Bulan Meninggal di RSBT, Keluarga Tuding Ada Kelalaian
DUKA mendalam menyelimuti keluarga besar Al Zayan bin Aripianto, bayi berusia 11 bulan yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang. Peristiwa ini meninggalkan luka yang dalam dan pertanyaan besar tentang pelayanan medis di rumah sakit tersebut, Selasa (2/9/2025).
Sang kakek menegaskan cucunya wafat akibat dugaan kelalaian tenaga medis. Menurutnya, sekitar pukul 21.00 WIB malam, Al Zayan dibawa ke IGD setelah muntah dan buang air besar berulang kali. Bayi itu didiagnosis muntaber dan disarankan rawat inap dengan infus di kaki. Namun keluarga diminta menunggu ketersediaan ruang rawat kelas dua sesuai BPJS.
“Cucu saya berak puluhan kali, jungkir balik kesakitan, infus sampai terlepas. Kami lapor, tapi jawaban perawat hanya bilang itu biasa. Dari UGD ke ruang rawat inap kami menunggu hampir empat jam tanpa ada tindakan berarti,” tutur sang kakek dengan suara bergetar melalui salinan tulisan yang diterima anggota JMSI Babel, Rabu (3/9/) malam.
Baca Juga: Ayi Ceritakan Detik-detik Bayinya Meninggal di RSBT Pangkalpinang
Keluarga menyebut, selama bayi menahan sakit, beberapa tenaga medis justru sibuk dengan urusan pribadi.
“Ada yang karaoke pakai handphone, sementara kami panik melihat cucu saya kesakitan,” ujarnya. Bayi baru masuk ruang rawat inap lantai enam sekitar pukul 02.00 WIB, dalam kondisi semakin kritis.
Menurut keluarga, berkali-kali bel perawat ditekan tetapi tidak ada yang datang. Hingga pukul 04.00 WIB, Al Zayan mengalami kejang dan tubuhnya kaku.
“Menantu saya sampai turun ke IGD sambil menjerit minta tolong. Baru setelah itu ada dokter dan perawat naik. Tapi saya tahu cucu saya sudah meninggal, tubuhnya dingin. Mereka tetap melakukan pompa jantung dan pernapasan, tapi itu percuma,” jelasnya.





