
PELAKSANAAN Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menuai sorotan. Sejumlah masyarakat menilai kegiatan tersebut berpotensi hanya menjadi rutinitas seremonial tanpa dampak nyata bagi perencanaan pembangunan daerah. Sensus ekonomi dijadwalkan mulai berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.
Salah satu warga Toboali, Anwar, menilai banyak data usaha di daerah yang selama ini tidak terbuka. Mulai dari jenis usaha, luas lahan, hingga keuntungan yang diperoleh pelaku usaha.
“Banyak data yang disembunyikan oleh pelaku usaha. Mulai dari jenis usaha, luas lahan, sampai keuntungan berusaha di daerah ini,” kata Anwar, Kamis (12/2).
Menurut Anwar, jika sensus dilakukan secara serius, seharusnya melibatkan pihak-pihak terkait agar tidak ada ruang bagi pelaku usaha menutup-nutupi data.
“Kalau hanya petugas sensus saja, pengusaha pasti tidak jujur dan cenderung menutup diri,” ujarnya.
Senada juga disampaikan Andi. Menurutnya, sensus ekonomi tidak akan menghasilkan data yang valid jika dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan pihak-pihak terkait dan pemangku kepentingan lainnya.
“Bagaimana mau maju kalau sensus saja dilakukan satu pihak,” kata Andi.
Baca Juga: Pemkab Basel, Jangan Berdongeng Soal Percepatan Ekonomi Jika Kawasan Industri Saja Diabaikan





