Bangka Selatan
Trending

Rekam Jejak Kajari Basel Sabrul Iman Menangani Korupsi Berskala Besar

REKAM jejak seorang jaksa tidak dibangun dalam satu perkara. Rekam jejak terbentuk dari rentetan penanganan kasus, keputusan hukum, dan keberanian menuntaskan perkara bernilai besar. Nama Sabrul Iman tercatat dalam sejumlah kasus strategis nasional sebelum menjabat di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sabrul Iman dikenal sebagai jaksa dengan pengalaman lebih dari dua dekade. Rekam jejak penanganan perkara tindak pidana khusus berskala besar dan strategis nasional menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Profesionalisme, integritas, dan kontribusi dalam menuntaskan perkara bernilai signifikan kerap melekat pada namanya.

“Sabrul Iman, jaksa berpengalaman lebih dari dua dekade dengan rekam jejak kuat dalam penanganan perkara tindak pidana khusus berskala besar dan strategis nasional. Dikenal atas profesionalisme, integritas, dan kontribusinya dalam menuntaskan perkara korupsi bernilai signifikan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Primayuda, Rabu (11/2/2026) malam.

Baca Juga: Riza-Debby dan Kabinetnya Diguncang Gelombang Korupsi

Karier Sabrul Iman dimulai dari berbagai posisi strategis. Pada 2016 menjabat Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tua Pejat dengan capaian peringkat tiga nasional. Tahun 2017 dipercaya sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Karawang dan meraih peringkat satu nasional.

Tahun 2018 menduduki jabatan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Temanggung dan memperoleh apresiasi kinerja terbaik penanganan perkara Big Fish atau Skala Besar oleh Jampidsus. Tahun 2019 menjabat Kepala Sub Bagian Direktorat Penyidikan Jampidsus dengan piagam penghargaan atas kinerja terbaik.

Pada 2021 kembali dipercaya sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan penuntasan eksekusi perkara IM2 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun.

Karier berlanjut pada 2022 sebagai Kepala Seksi Wilayah 1 Pengaduan Masyarakat Direktorat Penyidikan Jampidsus. Dalam posisi ini, sejumlah perkara besar ditangani dan dituntaskan, mulai dari kasus BTS Kominfo dengan kerugian negara Rp 8 triliun, perkara timah dengan kerugian Rp 300 triliun, perkara CPO Duta Palma Rp 78,7 triliun, perkara Crazy Rich Surabaya Budi Said Rp 1 triliun, perkara Lebur Cap PT Antam Rp 3,3 triliun, perkara Tol Capek Rp 510 miliar, hingga perkara impor garam dengan kerugian Rp 773 miliar.

Baca Juga: KPK Temukan Indikasi Korupsi di Bangka Selatan, Lima Kali Predikat WTP dari BPK Patut Dipertanyakan

Tahun 2024, Sabrul Iman menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dan diperbantukan sebagai Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Sejumlah perkara besar kembali ditangani, di antaranya perkara minyak mentah Pertamina dengan kerugian Rp 285 triliun, perkara importasi gula Rp 578 miliar, perkara suap dan gratifikasi Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, perkara suap dan gratifikasi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, serta perkara BPPKS.

Pada 2025, Sabrul Iman ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan. Dalam masa jabatan yang relatif singkat, Kejari Bangka Selatan menangani sejumlah perkara dugaan korupsi, termasuk perkara penerbitan legalitas lahan negara atau mafia tanah yang menjerat Bupati Bangka Selatan periode 2016-2021.

“Penanganan perkara penerbitan legalitas lahan negara mafia tanah dengan tersangka Bupati Bangka Selatan Periode 2016–2021,” tegas Primayuda.

1 2Laman berikutnya

Tom

Berdiri di Atas Semua Golongan