Program Swasembada Pangan di Bangka Selatan Hanyalah Mimpi, Ini Buktinya
PROGRAM swasembada pangan yang digaungkan pemerintah pusat, provinsi dan daerah, khususnya di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tampaknya tak akan terealisasi. Pasalnya, sumber air yang mengaliri ke persawahan Desa Rias, Kecamatan Toboali terancam kering akibat pembukaan lahan secara membabi buta yang diduga dilakukan oleh seorang pengusaha Toboali bersama Ketua Kelompok Tani (Koptan) untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit.
Menurut informasi dari petani Trans Rias, pembukaan lahan seluas ratusan hektare yang telah ditanam kelapa sawit itu berada di dekat kawasan Embung Konservasi Kolong (Sungai_red) Pumpung dan Bendungan Mentukul, yang merupakan sumber air untuk mengaliri ke persawahan.

Karenanya itu, hanyalah mimpi program swasembada pangan yang digaungkan oleh pemerintah akan terwujud. Artinya, program swasembada pangan dan proyek bendungan yang dibangun dengan menghabiskan anggaran puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah itu jadi sia-sia alias mubazir. Dan ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) dan pihak terkait lainnya atas status kawasan lahan persawahan yang mulai berubah menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau pihak pemerintah tidak percaya silakan datang dan turun ke lokasi. Lihat dengan mata sendiri, jangan pura-pura buta, nanti dibutakan oleh Yang Maha Kuasa,” kata salah satu petani kepada wartawan, Kamis (24/4/2025).



