
Polres Bangka Selatan Mulai Bergerak Selidiki Penyiraman Air Keras
* Korban Aktivis Basel
SERANGAN terhadap seorang aktivis di ruang publik memaksa aparat bergerak cepat. Pengungkapan kasus ini menjadi ujian nyata bagi penegakan hukum di Bangka Selatan, apakah mampu menjawab kegelisahan publik atau justru membiarkan ketakutan tumbuh.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polres Bangka Selatan mulai bergerak melakukan serangkaian penyelidikan terkait perkara tindak pidana penganiayaan yang dialami aktivis Basel Muhammad Rosidi yang menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang terduga pelaku yang tidak dikenal, Selasa (17/2/2026) malam di Simpang Lampu Merah Ampera Toboali.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto melalui Kasi Humas Iptu Gj Budi menjelaskan laporan polisi terkait perkara tersebut sudah masuk dan saat ini ditangani secara serius.
“Saat ini Tim Gabungan sedang melaksanakan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap kasus tersebut,” kata Budi, Rabu (18/2) malam.
Baca Juga: Mantan Direktur BUMD Basel Tersengat Korupsi Timah
Penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku serta penelusuran motif serangan yang terjadi di persimpangan utama kota tersebut. Aparat memastikan seluruh satuan fungsi terkait dilibatkan guna mempercepat pengungkapan.
Sebelumnya diberitakan, Muhammad Rosidi yang akrab disapa Kak Ros disiram air keras saat berada di dalam mobil pribadinya, Suzuki Ertiga berwarna marun dengan nomor polisi BN 1047 VC. Saat kejadian, kaca pintu kanan dalam keadaan terbuka.




