Bangka SelatanBabelhebat

Monumen yang Dilupakan, Aset Bangka Selatan yang Diabaikan

SEBUAH bangunan tak pernah meminta dibangun. Tapi saat sudah berdiri, yang dibutuhkan adalah perhatian dan pemeliharaan. Di Bangka Selatan, Monumen Gerhana Matahari Total yang berada di pesisir Tanjung Kerasak kini menyimpan luka sunyi akibat pengabaian. Bangunan yang dibangun dengan uang negara itu kini seperti tidak diakui keberadaannya. Ini bukan sekadar persoalan fisik yang rusak. Ini soal tanggung jawab yang pudar dan hilangnya komitmen terhadap aset milik rakyat.

“Bangunan yang ditinggal tak akan bicara, tapi diamnya menyimpan aib sistem yang membangunnya lalu membiarkannya mati pelan-pelan,” babelhebat.

Pesisir Tanjung Kerasak sore itu sunyi. Hanya suara angin dan debur ombak yang sesekali terdengar memecah diam. Di tengah hamparan hijau pepohonan dan garis laut yang tenang, berdiri bangunan Monumen Gerhana Matahari Total. Cat mulai pudar, kaca-kaca berlumut, beberapa bagian struktur mengelupas, dan ornamen atas tampak menua dalam sepi.

Monumen tersebut dibangun bukan dengan mimpi kecil. Pernah menjadi sorotan saat peristiwa langka gerhana matahari total melintasi langit Bangka Belitung. Tapi hari ini, bangunan itu lebih menyerupai sisa-sisa proyek besar yang kehilangan arah. Tak terawat, tak terurus, dan seolah bukan bagian dari tanggung jawab siapa pun.

Ini bukan hanya tentang satu monumen. Ini tentang bentuk pengabaian yang nyata. Tentang bagaimana aset daerah yang dibangun dengan uang rakyat bisa rusak pelan-pelan bukan karena bencana tapi karena dibiarkan begitu saja.

“Semoga bangunan lainnya tidak bernasib sama. Cukup monumen ini sajalah. Jangan sampai bangunan lainnya,” ujar salah satu pengunjung saat berada di pesisir Tanjung Kerasak.

Pengunjung itu berbicara pelan sambil melihat ke arah pintu kaca yang mulai retak dan digembok rapat.

Di kawasan Simpang Lima Toboali yang lebih ramai, seorang pengunjung lainnya menyampaikan kekhawatiran yang tak kalah serius.

“Jangan sampai tempat-tempat kayak gini juga berakhir kayak monumen itu. Permainan anak-anak, taman, tempat duduk di tepi laut, semua butuh dirawat. Bukan hanya dibangun lalu ditinggal,” ucapnya singkat sambil menatap ke arah bianglala yang berputar lambat di bawah cahaya senja.

Baca Juga : Kawasan Sport Center Toboali yang Diabaikan

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Di Bangka Selatan, banyak bangunan dan kawasan yang menjadi wajah publik, ruang berkumpul masyarakat, dan simbol identitas daerah.

1 2Laman berikutnya

Tom Hebat

Berdiri di Atas Semua Golongan