Meski Basah oleh Hujan, Nada Sang Pencerah SDMu Toboali Tetap Menggema
DENTUMAN drum berpadu dengan hentakan langkah kecil yang teratur, mengalun di sepanjang jalan utama Toboali. Di bawah guyuran hujan yang tak kunjung reda, drum band Nada Sang Pencerah dari SD Muhammadiyah Toboali tetap menampilkan musik penuh energi. Anak-anak berbaris rapi, seragam mereka basah, namun sorot mata menyimpan semangat yang tidak kalah deras dari hujan.
Di tengah suasana itu, tepuk tangan warga menjadi penghangat. Drum band Nada Sang Pencerah bukan sekadar hiburan dalam pawai barisan indah dan drum band peringatan Hari Ulang Tahun ke 80 Republik Indonesia, Senin (18/8/2025). Kehadiran mereka juga menjadi simbol kegigihan, disiplin, dan nasionalisme sejak usia sekolah dasar.
“Alhamdulillah meskipun hujan mengguyuri kita semua, semangat para pasukan baris berbaris dan drum band SDMu tidak pernah surut bahkan terlihat semakin semangat. Justru inilah bukti ketangguhan dan kedisiplinan dari tim SDMu yang sesungguhnya. Terima kasih, kalian telah menunjukkan jiwa pantang menyerah, kebersamaan dan kekompakan meski dalam kondisi hujan dan ini menjadi hujan yang berkah untuk kita semua,” kata Kepala SD Muhammadiyah Toboali, Eduward Apriliansyah.

Baca Juga: Pemkab Basel Minta 92 Perusahaan Biayai HUT RI, Ini Daftar Anggarannya
Bersama drum band, SDMu Toboali juga menurunkan tim barisan indah putra dan tim barisan indah putri. Tiga tim ini berjalan dengan kompak melewati rute yang berawal dan berakhir di Lapangan Merdeka Toboali. Masyarakat yang memenuhi jalan tetap setia berdiri meski hujan, menikmati setiap penampilan yang tersaji.
Bagi para siswa, hujan tidak menjadi penghalang melainkan bagian dari cerita yang berkesan.
“Hujan tidak membuat kami berhenti, malah menambah semangat. Saya senang bisa ikut menghibur masyarakat dan bangga tampil bersama teman-teman di hari kemerdekaan,” ujar Syahdu Nasywa Inayah, salah satu personel drum band Nada Sang Pencerah.





