KONFLIK lahan kembali memicu kekerasan terbuka di Kabupaten Bangka Selatan. Seorang pekerja berinisial Nw (24) nyaris kehilangan nyawa saat menggarap lahan menggunakan alat berat di kawasan hutan Ugul Desa Pergam, Kecamatan Airgegas.
Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pria mendatangi lokasi kerja sambil membawa senjata tajam dan mengancam korban, Minggu (1/2/2026) pukul 15.00 WIB.
Saat kejadian, Nw tengah mengoperasikan excavator untuk menggarap lahan milik At, bos sekaligus pemilik lahan tempat korban bekerja. Sekitar pukul 14.30 WIB, seorang pria berinisial Sk (46) datang ke lokasi menggunakan sepeda motor dan langsung naik ke atas alat berat. Pelaku melarang aktivitas penggarapan lahan dengan alasan lahan tersebut diklaim sebagai milik orang tuanya.
Situasi kemudian memanas ketika pelaku melontarkan ancaman pembunuhan dan mengeluarkan sebilah pisau dengan panjang sekitar 20 sentimeter. Pisau tersebut diarahkan ke leher korban. Nw berusaha menghindar sehingga senjata tajam mengenai jari telunjuk tangan kiri dan menyebabkan luka ringan.
Baca Juga: Menantu Sikat 300 Mata Emas Mertua di Bangka Selatan
Setelah melakukan ancaman, pelaku meninggalkan lokasi sambil kembali memperingatkan korban agar menghentikan aktivitas di lahan tersebut. Korban kemudian menghubungi At untuk melaporkan kejadian yang dialaminya sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Airgegas untuk diproses secara hukum.
Kapolsek Airgegas Iptu William F Situmorang membenarkan kejadian tersebut. Bahkan menurutnya, tindakan pelaku masuk kategori serius karena melibatkan ancaman nyawa menggunakan senjata tajam.
“Pelaku mendatangi korban saat bekerja, mengancam akan membunuh, dan mengarahkan senjata tajam ke leher korban hingga menyebabkan luka pada jari tangan kiri,” kata William, Selasa (3/2).





