Bangka Selatan Resmi Bebas Frambusia
BANGKA Selatan menorehkan capaian penting dalam bidang kesehatan masyarakat setelah dinyatakan bebas frambusia. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kerja keras tenaga kesehatan dan dukungan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit menular tropis yang selama ini menjadi perhatian serius di wilayah tropis.
Frambusia merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum subspecies pertenue. Penyakit ini menular melalui lalat atau kontak langsung dari cairan luka penderita ke orang yang memiliki kulit luka atau tidak utuh. Eradikasi frambusia dilakukan untuk menghilangkan penyakit ini secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional.
Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan, Kabupaten Bangka Selatan dijadwalkan menjalani asesmen sertifikasi bebas frambusia pada tahun 2023. Sertifikat ini diberikan kepada kabupaten atau kota yang terbukti tidak ditemukan kasus baru frambusia berdasarkan surveilans yang baik. Kabupaten yang ingin memperoleh sertifikat bebas harus mengajukan usulan verifikasi paling lambat enam bulan setelah laporan bulanan zero report terakhir.
Baca Juga: Dinkes Basel Gelar Aksi Bergizi di SMPN 2 Toboali, Ini Tujuannya
Tahapan penilaian dimulai dengan penguatan komitmen dan dukungan dari seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Workshop Pre Assessment Sertifikasi Bebas Frambusia yang digelar pada 13 Juni 2023 di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bangka Selatan melibatkan pimpinan Puskesmas, dokter, dan tim kesehatan lainnya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas kesehatan dalam penanggulangan frambusia di daerah non endemis.





