Apa Kabar BUMD Bangka Selatan
TAK banyak yang tahu. Tak banyak pula yang bertanya. Tapi BUMD Bangka Selatan yang bernama PT Bangun Bangka Selatan pernah ada. Kini kabarnya menguap begitu saja. Tak jelas hidup atau sudah dibubarkan diam-diam.
Padahal badan usaha milik daerah dibentuk dengan maksud yang mulia. Sebagai alat pemerintah daerah untuk masuk ke sektor-sektor strategis. Sebagai penggerak ekonomi lokal. Sebagai sumber tambahan untuk pendapatan asli daerah.
Lalu, apa kabar hari ini. Masih adakah. Ataukah hanya tinggal papan nama berkarat yang tak lagi menarik perhatian siapa pun.
Masih sehatkah. Atau justru sudah lama mati suri tanpa pengakuan resmi.
Baca Juga : Pemkab Bangka Selatan Sebar Proposal, Mengemis Dana Rayakan Kemerdekaan
Kalau masih ada, tentu publik berhak tahu siapa saja pengurusnya. Apa saja yang pernah dikelola. Apakah bergerak di bidang tambang timah atau tambang pasir, dua sektor yang pernah ramai di Bangka Selatan. Atau masuk ke sektor pertanian, perkebunan, perikanan, listrik, sampah, keuangan, atau mungkin perumahan rakyat. Siapa yang pernah bekerja di dalamnya. Siapa pula mitra kerja yang pernah menjalin kontrak.
Baca Juga : Negara Kalah di Pelabuhan Sadai Bangka Selatan, Buktinya Jadi Jalur Penyelundupan Timah
Kalau ternyata sudah tidak aktif, semestinya ada pengumuman resmi. Ada Rapat Umum Pemegang Saham. Ada penutupan atau pembubaran yang sah secara administratif. Tapi sejauh ini, semua serba diam. Seolah tidak pernah ada.
Penulis sendiri tidak tahu pasti bagaimana kabarnya sekarang. Bukan karena malas mencari tahu. Tapi memang tidak ada informasi terbuka yang bisa diakses. Yang penulis tahu, plang tua itu masih berdiri di Jalan Ghesos, Toboali. Tulisan “Badan Usaha Milik Daerah PT Bangun Basel Holding Company” nyaris tak terbaca. Catnya mengelupas, besinya berkarat, dan bangunannya tampak tak terurus. Seperti simbol dari jejak yang perlahan memudar.




