122 Posyandu Aktif, Bangka Selatan Pacu Transformasi Layanan Primer
BANGKA Selatan terus memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Hingga September 2025 tercatat ada 122 posyandu tersebar di delapan kecamatan, dan 117 di antaranya berstatus aktif. Angka ini menjadi sinyal positif pemberdayaan masyarakat sekaligus fondasi kuat transformasi layanan kesehatan primer.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, menyebut keberadaan posyandu yang kian meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan keterlibatan masyarakat yang semakin besar dalam menjaga kesehatan.
“Keberadaan posyandu yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menandakan sinyal positif dalam peningkatan pemberdayaan masyarakat,” kata Agus saat membuka Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Pokjanal Posyandu di Toboali, Kamis (2/10/2025).
Menurut Agus, keberhasilan posyandu tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, sektor kesehatan, pendidikan, KB, hingga kader posyandu. Dukungan semua pihak ini menjadi kunci dalam mempercepat perkembangan posyandu aktif di tingkat desa maupun kelurahan.
“Pencapaian ini tentunya tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan lintas sektor terkait, baik itu pemerintah desa, kecamatan, kesehatan, pendidikan, KB, tim pembina posyandu, dan lain-lain,” ujar Agus.
Baca Juga: Selama 5 Hari, Dinkes Basel Gelar Pelatihan Konseling Menyusui untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan





