Arafah Pertemukan Keluarga yang Terpisah Antar Pulau
Arafah tak hanya menjadi saksi Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah ratusan tahun berpisah. Namun juga menjadi saksi, beberapa jemaah haji yang sejatinya adalah saudara dan telah lama tidak bertemu bisa bersua kembali.
Seperti Kamis pagi (5/6/2025), lima jemaah tengah duduk di halaman tenda Arafah. Sebelum mentari bersinar terik, mereka bercengkrama di pagi hari sekitar pukul 08.30 WAS.
Alfina Hanim, jemaah haji asal Medan begitu ceria, ia bisa berkumpul dengan adik-adik iparnya. Padahal, Alfina jarang sekali bertemu saudara iparnya itu di Indonesia.
“Kami ini satu keluarga, ini anak saya dan tiga adik ipar saya. Kita itu jarang sekali berkumpul. Setiap lebaran belum tentu bisa berkumpul di rumah orang tua kami, Padang Pariaman. Alhamdulillah sekarang bisa kumpul di Arafah,” kata Alfina ketika diwawancara di Arafah, Kamis (5/6/2025).
Alfina pergi haji ditemani putranya, Abdul Malik. Mereka berdua adalah jemaah dari kloter 10 Embarkasi Medan (KNO). Malik ini mendampingi ibunya karena ayahnya sudah lama meninggal dunia.
Sementara Salmani adalah adik dari almarhum suami Alfina, dan Jusnawati adalah istri dari Salmatun. Pasangan suami istri ini berasal dari Padang Pariaman Sumatera Barat dan tergabung dalam kloter 11 Embarkasi Padang (PDG 11).
Saudara iparnya lagi adalah Salmatun, jemaah dari kloter 34 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 34).
Kelima saudara ini tinggal di Makkah di hotel yang berbeda. Alfina besama anaknya tinggal di hotel 708 wilayah Jarwal, Salmatun dan Jusnawati tinggal di Hotel 309 wilayah Syisyah, dan Salmani tinggal di hotel 1018 Misfalah.
Mereka pun tidak menyangka bisa berangkat haji bersama-sama tahun ini. Padahal daftarnya pun tidak bareng.




