BeritaNasional/InternasionalPangkalpinang

Apel Siaga Pengawasan Kampanye, Pengawas Tak ‘Pandang Bulu’ Tegakkan Keadilan

1
×

Apel Siaga Pengawasan Kampanye, Pengawas Tak ‘Pandang Bulu’ Tegakkan Keadilan

Sebarkan artikel ini
IMG 20231126 WA0013
KETUA Bawaslu Rahmat Bagja menginstruksikan seluruh jajaran pengawas pemilu mulai dari tingkat pusat, tingkat daerah dan pengawas adhoc (sementara) tak ‘pandang bulu’ dalam menegakkan keadilan pemilu.
Hal tersebut disampaikan saat upacara Konsolidasi Nasional dan Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Menurutnya, pengawas pemilu daerah harus menggunakan strategi khusus dalam pengawasan kampanye di media sosial (medsos).
“Kita tidak pernah ‘pandang bulu’ untuk menurunkan alat peraga yang bermasalah. Namun, sekarang di medsos banyak potongan-potongan informasi yang katanya Bawaslu ‘pandang bulu’ tidak menurunkan alat peraga peserta pemilu yang lain. Kita pastikan kepada masyarakat Indonesia, bahwa di depan saya ini adalah pengawas pemilu yang telah disumpah disaksikan oleh Tuhannya, disaksikan oleh republik untuk menjadi pengawas pemilu (berintegritas),” kata Rahmat Bagja dikutip dari laman resmi Bawaslu RI.
IMG 20231126 WA0008
Bagja mengungkapkan, Bawaslu akan membentuk tim respon cepat dan yang dapat merespon temuan dan laporan pelanggaran dengan cepat.
“Koordinasikan langkah-langkah respon dan perintahkan sesuai dengan pelanggaran yang terdeteksi secara khusus. Jajaran pengawas pemilu perlu berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan keluhan atau laporan dari mereka,” ujarnya.

Dalam mengawasi tahapan krusial masa kampanye yang dimulai 28 November 2023, Bagja meminta seluruh pengawas pemilu memiliki pemahaman yang mendalam tentang aturan dan regulasi kampanye.

IMG 20231126 WA0012

Selain itu, lanjutnya, meningkatkan koordinasi antar pengawas pemilu baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, termasuk pengawas ‘ad hoc’ atau sementara.

Bagja berharap, pengawas pemilu daerah membuat strategi khusus untuk pengawasan kampanye di medsos sesuai dengan karakteristik daerahnya.

“Manfaatkan teknologi pemantauan dan analis data dan menggunakan alat kerja secara efektif. Pengawas pemilu daerah membuat strategi khusus untuk pengawasan kampanye di medsos dengan mengidentifikasi kadar populer akun-akun yang berpotensi menyebarkan informasi palsu dan tren yang mungkin perlu diawasi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan strategi pengawasan pemilu di ruang publik, termasuk partisipasi dalam pertemuan umum debat dan acara kampanye.

“Pastikan pengawasan yang cermat terhadap interaksi kandidat serta berikan perhatian khusus pada pengawasan atribut kampanye di jalanan yang mengidentifikasi dan melaporkan pelanggaran terkait dengan pemasangan spanduk, poster dan bahan kampanye lainnya. Untuk di medsos kita menjalin kerja sama dengan Kemkominfo dan lembaga lain,” tegas Bagja.

Karena itu, Bagja meminta jajaran pengawas pemilu bekerja maksimal dengan tetap memperhatikan waktu istirahat dan kesehatan.

“Sudah saatnya kita ajarkan bahwa pengawas pemilu tidak hanya ada di kantor, namun ada di lapangan. Bapak/Ibu harus siap tanggal 28 November ke depan sampai dengan rekapitulasi tingkat nasional dan gugatan di Mahkamah Konstitusi selesai. Siapkan mental maupun fisik, dan ajarkan kepada teman-teman lainnya bagaimana cara istirahat yang benar dan efektif agar kesehatan terjaga,” tuturnya.