Nasional/InternasionalPemerintahan

Ada Proyek Bumbu Tiga ‘Bandar’ di Sepanjang Jalan AMD Toboali

1
×

Ada Proyek Bumbu Tiga ‘Bandar’ di Sepanjang Jalan AMD Toboali

Sebarkan artikel ini
20230906 100105 3 scaled

BUMBU tiga, semoga kegiatan proyek pembangunan bumbu tiga ‘saluran drainase’ atau saluran bandar di sepanjang Jalan Raya AMD Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan manfaat dan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat serta pembangunan di daerah, khususnya di Kota Toboali.

Proyek ini disebutkan bumbu tiga, lantaran menggunakan tiga bahan material utama yakni pasir, semen dan batu gunung.

Proyek yang dikerjakan oleh perusahaan swasta ini milik Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai anggaran sebesar Rp 460.000.000,00.

Geta, salah satu warga Toboali berharap atas terlaksananya proyek pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga daerah. Sebab, anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan tersebut bersumber dari uang (anggaran) milik rakyat. Karena itu, sangat diharapkan agar kualitas dan mutu pembangunannya terjamin dan bertahan lama hingga jangka waktu yang panjang.

“Setidaknya dengan adanya pembangunan saluran bandar ini dapat mengantisipasi genangan air dipermukaan jalan, serta mencegah terjadinya kerusakan jalan yang telah diaspal. Semoga pembangunan ini bertahan lama sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Geta saat melintasi Jalan Raya AMD Toboali, Rabu (6/9/2023).

Baca Juga : Kejari Basel Fokus Dampingi 22 Proyek Milik Pemerintah, Total Anggaran Rp 100 Miliar

Selain itu, Geta berharap agar Pemkab Bangka Selatan melalui dinas terkait secara kontinu melakukan pemetaan jalan mana yang belum terdapat saluran bandar atau drainase. Terutama pada jalan yang telah diaspal dan jalan di daerah pemukiman padat penduduk.

“Pemetaan ini sangat penting karena termasuk bagian dari¬† perencanaan sehingga saat dalam pelaksanaan pembangunannya nanti benar-benar tepat sasaran, sehingga tidak ada kesan hanya sebatas proyek dan atau telah melaksanakan program pembangunan yang akhirnya berdampak untuk menghabiskan anggaran semata, namun tidak ada manfaat bagi masyarakat dan daerah,” jelas Geta.