Bangka SelatanBerita

Ada ODGJ di Simpang Lima Toboali, Bupati Basel Instruksikan OPD Turun Kelapangan

0
×

Ada ODGJ di Simpang Lima Toboali, Bupati Basel Instruksikan OPD Turun Kelapangan

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20240429 133748 Gallery 1

BUPATI Bangka Selatan, Riza Herdavid menginstruksikan dinas-dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun ke Kawasan Simpang Lima Toboali (Himpang Lima Habang). 

Instruksi ini berkenaan dengan adanya orang gila atau Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) yang terlantar di pelataran depan Markas Kantor Berita (Cyber) Basel, tepatnya di Kawasan Simpang Lima Toboali (Himpang 5 Habang).

BACA JUGA : ODGJ di Bangka Selatan Semakin Bertambah, Sumindar : Dinsos Tidak ada Kewenangan untuk Mengamankan

“Siap, terima kasih informasinya, akan saya teruskan ke dinas, OPD terkait untuk segera menangani permasalahan ini karena ini menyangkut dengan kemanusiaan,” kata Riza, Senin (29/4/2024).

Riza menambahkan, jika dinas atau OPD terkait tidak tanggap atas permasalahan yang dimaksud dan tidak segera menanganinya, maka ia secara pribadi yang akan turun langsung ke Kawasan Simpang Lima Toboali.

“Ini masalah sosial, masalah kemanusiaan. Jadi siapapun orangnya itu dan statusnya seperti apa harus kita tangani dengan baik karena kita (pemerintah) adalah pelayan masyarakat,” ujar Riza.

Riza mengingatkan seluruh OPD untuk peka dengan keadaan serta kondisi yang terjadi dilapangan, termasuk harus peka dengan segala informasi yang disampaikan oleh rekan-rekan media melalui pemberitaan harus segera ditanggapi apalagi itu yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Sekecil apapun informasinya itu harus segera ditangani. Jangan diabaikan begitu saja apalagi yang berkaitan dengan masalah sosial, masalah kemanusiaan,” jelas Riza, dengan slogannya ‘Asak Kawa Kite Pacak’.

Diberitakan sebelumnya, orang gila dengan status Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ), khususnya di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, semakin bertambah. Hal ini, semestinya harus menjadi perhatian pemerintah untuk menanganinya agar tidak meresahkan serta mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat lainnya.

Berdasarkan data yang dirangkum babelhebat dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Bangka Selatan, sedari tahun 2019 hingga 2022 terdata lebih dari 200 orang di Negeri Beribu Pesona (Basel) mengalami gangguan kejiwaan.