babelhebatArtikelNasional/InternasionalPendidikan

Kesalahan Dalam Berbahasa Spanduk, Surat dan Koran

Oleh : Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Bangka Belitung

BAHASA merupakan salah satu milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat.

Tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. Salah satu kegiatan manusia yang setiap hari dilakukan adalah berkomunikasi. Bahasa memiliki peranan penting dalam berkomunikasi untuk menyampaikan informasi atau berita.

Ketika ingin menyampaikan suatu berita (pesan, amanat, ide, dan pikiran) dibutuhkan bahasa yang singkat, jelas, dan padat. Fungsinya adalah agar segala sesuatu yang disampaikan mudah dimengerti. Namun, dalam menggunakan bahasa tersebut pemakai bahasa tetaplah mengikuti kaidah-kaidah atau aturan yang benar. Karena bahasa yang benar akan dijadikan acuan atau model oleh masyarakat pemakai bahasa, dan ragam itu digunakan dalam situasi resmi.

Analisis kesalahan berbahasa adalah salah satu cara untuk menjawab pertanyaan tersebut. Melalui analisis kesalahan berbahasa, kita dapat menjelaskan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang memenuhi faktor-faktor komunikasi.

Adapun bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang memenuhi kaidah-kaidah (tata bahasa) dalam kebahasaan. Kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di media massa mencakup beberapa hal, yaitu ejaan, bentuk dan pilihan kata, serta struktur kalimat.

Ejaan berkaitan dengan tata tulis yang meliputi pemakaian huruf, penulisan kata, termasuk penulisan kata atau istilah serapan, dan pemakaian tanda baca (Sriyanto, 2016 : 6). Ejaan mengatur penggunaan kaidah dalam bahasa tulis. Aturan ini harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan bahasa tulis.

Jika tidak mengikuti ejaan yang berlaku, kejelasan makna dapat terganggu karena tidak menyepakati aturan yang ada. Wujud kesalahan ejaan meliputi huruf kapital, huruf miring, singkatan dan akronim, kata depan, gabungan kata, penulisan angka dan bilangan, penggunaan tanda titik, tanda koma, tanda pisah, tanda titik dua, dan tanda titik koma.

IMG 20231122 WA0022

Kesalahan penggunaan huruf kapital banyak terdapat pada persoalan nama diri. Masih banyak pengguna bahasa yang keliru dalam menentukan nama diri atau bukan nama diri. Dalam KBBI nama diri berarti ‘nama yang dipakai untuk menyebut diri seseorang, benda, tempat tertentu, dan sebagainya’. Dengan kata lain, nama diri dapat dinyatakan bahwa sudah pasti atau satu-satunya atau tidak ada yang lain (Sriyanto, 2019: 20).

Kesalahan-kesalahan berbahasa ini menyebabkan gangguan terhadap peristiwa komunikasi, kecuali dalam hal pemakaian bahasa secara khusus seperti dalam lawak, jenis iklan tertentu, serta dalam puisi. Pemakaian bahasa secara khusus itu, kadang-kadang kesalahan berbahasa sengaja dibuat atau disadari oleh penutur untuk mencapai efek tertentu seperti lucu, menarik perhatian dan mendorong berpikir lebih intens.

Beberapa kesalahan dalam kalimat yang sering ditemukan yaitu, menulis kalimat yang tidak utuh, menggunakan bentuk kata yang rancu dan menggunakan keterangan yang tidak lengkap.

Jenis-jenis kesalahan berbahasa menurut (Slamet, 2014:17) yaitu kesalahan berbahasa tataran fonologi, kesalahan berbahasa tataran morfologi, kesalahan berbahasa tataran sintaksis, kesalahan berbahasa tataran semantik, dan kesalahan berbahasa tataran wacana, serta kesalahan berbahasa penerapan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.

Kesalahan berbahasa itu muncul karena beberapa faktor, yaitu, kurangnya pemahaman tentang tata bahasa, kurangnya keterampilan berkomunikasi, pengaruh bahasa asing, dan terpengaruh oleh bahasa yang lebih dahulu dikuasai dan juga seperti kurangnya pendidikan formal, lingkungan yang kurang mendukung, atau kurangnya akses sumber daya pendidkan juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berbahasa.

Adapun dampak jika kita tidak menganalisis kesalahan berbahasa yaitu isi yang akan disampaikan dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis, menjadi tidak dapat tersampaikan dan dipahami. Hal tersebut akibat dari kalimat yang digunakan berada di luar kaidah bahasa manapun. Tidak adanya kemampuan dan keterampilan untuk menyampaikan informasi kepada seseorang dengan menggunakan bahasa yang efektif sehingga interaksi yang terjadi tidak menggunakan ragam formal bahasa.

Kesalahan berbahasa dalam spanduk, surat, dan koran dapat memiliki dampak yang signifikan karena media tersebut adalah sarana komunikasi massa yang dapat diakses oleh banyak orang.

Berikut adalah pendapat penulis tentang kesalahan berbahasa dalam ketiga media tersebut : Spanduk : Kesalahan berbahasa dalam spanduk dapat mengurangi efektivitas pesan yang ingin disampaikan. Spanduk seringkali digunakan untuk tujuan promosi, pemberitahuan, atau kampanye, dan kesalahan dalam tata bahasa atau ejaan dapat mengurangi kejelasan dan daya tarik visual. Spanduk yang jelas dan bebas kesalahan berbahasa lebih mungkin menarik perhatian dan menyampaikan pesan dengan efektif kepada khalayak.

Surat : Kesalahan berbahasa dalam surat, terutama surat resmi atau bisnis, dapat memberikan kesan kurang profesional. Surat adalah alat komunikasi yang sering digunakan dalam lingkungan bisnis atau pemerintahan, dan kesalahan berbahasa dapat merugikan reputasi dan kepercayaan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa surat-surat resmi bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan agar pesan disampaikan dengan jelas dan secara profesional.

Koran : Kesalahan berbahasa dalam koran dapat merugikan kredibilitas media tersebut. Koran memiliki tanggung jawab untuk menyediakan Informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada pembacanya.

Kesalahan berbahasa, baik itu dalam penulisan berita, editorial, atau iklan, dapat menurunkan kualitas keseluruhan publikasi. Oleh karena itu, redaksi yang cermat dan penyuntingan yang teliti sangat penting untuk menjaga standar kualitas bahasa dalam koran.

Ketiga media ini, kesalahan berbahasa juga dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, upaya untuk mencegah dan memperbaiki kesalahan berbahasa harus menjadi prioritas, balk melalui penerapan standar redaksi yang ketat, pemberian pelatihan kepada penulis dan penyunting, maupun dengan menggunakan alat bantu penulisan dan pemeriksaan tata bahasa.

Kesalahan berbahasa yang diatasi kesalahan berbahasa dalam spanduk, surat, dan koran dapat memiliki dampak yang signifikan. Karena media tersebut adalah sarana komunikasi massa yang dapat diakses oleh banyak orang. Kesalahan berbahasa dalam spanduk dapat mengurangi efektivitas yang ingin disampaikan. Kesalahan berbahasa dalam surat, terutama surat resmi atau bisnis, dapat memberikan kesan yang kurang profesional serta kesalahan berbahasa dalam koran dapat merugikan kerdibilitas media tersebut.

Mengapa analisis kesalahan berbahasa itu penting?

Menurut penulis, mengetahui hal tersebut adalah hal yang sangat penting. Karena semua yang dibuat dalam bentuk apapun penulisannya harus mengutamakan yang telah tertulis di dalam kamus bahasa Indonesia atau sesuai pedoman yang ada.

Manfaat pentingnya mengetahui kesalahan dalam berbahasa yaitu dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendetail tentang kesalahan berbahasa yang sebelumnya tidak diketahui, dapat menjelaskan atau menggunakan bahasa Indonesia yang lebih baik dan benar yang sesuai dengan EYD, serta untuk mencegah kesalahan yang mungkin dapat terulang.

Baca Juga : 

Mari Dibaca ada Dua Versi Asal Usul Nama Toboali, Wiwid : Sejarah Memang Perlu

Mari Bersatu Menuju Negara Maju

Guru Beretika dan Siswa Beretika

Forum Cyber Media Bukan Forum Mencari Muka dan Jual Nama

Ini Kado Terindah untuk Forum Cyber Media

Tom Hebat

Berdiri Diatas Semua Golongan

Related Articles

Back to top button