PENGGUNA jalan dari arah Simpang Tugu Nanas Toboali menuju Sadai dan sebaliknya harus lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Raya Dusun Puput, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, jalan penghubung antar kecamatan (Toboali-Tukak Sadai) tampak sedang dilakukan perbaikan.

Pantauan babelhebat.com, perbaikan jalan penghubung antar kecamatan itu telah berlangsung sejak hampir dua pekan terakhir. Hal ini terlihat dengan ditutupnya sebagian badan jalan menggunakan kayu disertai imbauan ‘Hati-hati 50 meter di depan ada pekerjaan box culvert’.

Kendati demikian, namun belum diketahui pasti apakah pekerjaan tersebut dikerjakan secara gotong royong atau swadaya oleh masyarakat, swasta atau oleh pemerintah yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Sebab, di lokasi pekerjaan tidak terdapat papan nama sehingga terkesan tidak ingin diketahui oleh publik.

Karenanya itu, publik pun beranggapan bahwa pekerjaan ini patut diduga pekerjaan siluman, lantaran tidak diketahui siapa yang mengerjakannya. Begitu pula dengan sumber anggarannya apakah bersumber dari anggaran pemerintah atau dari sumbangan masyarakat.

“Pekerjaan ini benar-benar aneh karena kita sebagai masyarakat tidak tahu siapa yang mengerjakannya, begitu juga dengan sumber anggarannya. Jadi, wajar saja kalau kita beranggapan bahwa ini pekerjaan siluman. Lihat saja papan nama dari pekerjaan inipun tidak ada sama sekali, bagaimana kita mau tahu secara detail dari pekerjaan ini. Kalau pun pekerjaan ini murni milik pemerintah semestinya terpasang papan nama agar kita tidak menduga-duga,” kata Mat, Kamis (16/6/2022) petang.

Diakui Mat, bahwa pekerjaan jalan di Jalan Raya Dusun Puput ini terkesan sangat aneh dengan adanya papan imbauan yang bertuliskan hati-hati. Namun, anehnya lagi di lokasi pekerjaan tidak ada papan nama yang menjelaskan secara rinci atas pekerjaan yang dimaksud dikerjakan oleh siapa dan sumber anggarannya dari mana.

“Karena setahu saya kalau pekerjaan milik pemerintah pasti terpasang papan nama meski dikerjakan oleh pihak ketiga. Nah, ini anehnya tanpa papan nama,” jelas Mat sembari menghidupkan sepeda motornya.

Mat menjelaskan, bahwa sebagai masyarakat sekaligus pengguna jalan sangat menyayangkan apabila pekerjaan tersebut murni milik pemerintah. Karena, apabila milik pemerintah maka jelas sumber anggarannya tersebut dari uang rakyat yaitu pajak yang dibayarkan oleh rakyat ke negara (pemerintah_red). Untuk itu, diharapkannya apabila memang benar pekerjaan tersebut milik pemerintah janganlah takut untuk menginformasikan ke publik secara terbuka melalui papan nama.

“Jangan bodohi rakyat. Karena, besar atau kecilnya anggaran dari pekerjaan ini wajib diketahui oleh publik kalau memang benar pekerjaan murni milik pemerintah. Kesannya dengan tidak terpasang papan nama takut diketahui oleh publik. Justru dengan tidak ada papan nama ini sama saja telah membodohi publik secara terang-terangan,” ucap Mat dengan nada sedikit kesal.

Hingga berita ini diturunkan, babelhebat.com masih berupaya untuk mengkonfirmasikan ke pihak pemerintah dan maupun ke pelaksana pekerjaan tersebut.